Sumbawa, 15–20 Juli 2026 — Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan status gizi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan di 30 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa melalui pendampingan kader DASHAT kepada keluarga sasaran.
Pendampingan dilakukan melalui pembiasaan pola konsumsi pangan bergizi, antara lain melalui praktik memasak menu makanan bergizi yang menarik bagi anak serta pemantauan menu makanan yang dikonsumsi keluarga secara rutin. Kegiatan ini mengacu pada prinsip “Isi Piringku”, dengan membiasakan keluarga mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga.
Dalam pelaksanaannya, kader DASHAT melakukan pendampingan secara langsung melalui kunjungan ke rumah keluarga sasaran dan/atau komunikasi melalui grup media sosial. Kader turut memantau pola makan dan menu masakan yang dikonsumsi oleh KRS setiap hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian dicatat dalam Rapor Konsumsi Menu Bergizi/Rapor Konsumsi Harian sebagai bahan evaluasi terhadap perkembangan kebiasaan konsumsi makanan sehat dan bergizi.
Sebelum intervensi dilakukan, kader terlebih dahulu memastikan tersedianya data awal berupa hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan KRS. Data tersebut menjadi dasar dalam memantau perkembangan dan perubahan status gizi selama proses pendampingan.
Pendampingan pembiasaan pola konsumsi dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pemantauan harian selama 30 hari hingga terjadi perubahan pola konsumsi sehat dan status gizi, atau setidaknya dilakukan selama enam bulan. Selain itu, setiap kader melaksanakan pendampingan minimal enam kali dalam satu tahun kepada 10 KRS sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan DASHAT, kader diharapkan tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi, tetapi juga hadir secara langsung untuk mendampingi keluarga dalam membangun kebiasaan makan yang sehat, bergizi, dan seimbang. Pemantauan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi keluarga sekaligus mendukung peningkatan status gizi dan upaya pencegahan stunting.
Kegiatan DASHAT menjadi bagian dari komitmen bersama antara kader, keluarga sasaran, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri serta memiliki pola konsumsi pangan yang bergizi dan seimbang. Dengan penguatan pendampingan di tingkat keluarga, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa.