Sumbawa Besar, 27 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh (OTA) Cegah Stunting. Kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohammad Ansori. Kegiatan turut menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih WS, ST., MM, dan Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, APT., S.Si., M.Si.
Pertemuan ini dihadiri oleh unsur KODIM 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, perangkat daerah yang tergabung dalam TPPS Kabupaten Sumbawa, serta berbagai mitra pembangunan, di antaranya Universitas Samawa (UNSA), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Yayasan Plan International Indonesia, Bank BRI, Bank NTB, dan sejumlah mitra lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa mengajak seluruh pihak yang hadir untuk tidak hanya memahami pentingnya program percepatan penurunan stunting, tetapi juga mengambil bagian secara langsung melalui Gerakan Orang Tua Asuh. Wakil Bupati mendorong setiap peserta dan unsur yang hadir untuk menjadi orang tua asuh dengan mengambil minimal satu anak asuh yang berada di lokus stunting Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.
Menurutnya, gerakan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan komitmen bersama. Karena itu, ia menegaskan bahwa pertemuan yang dilaksanakan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. “Pertemuan ini harus menghasilkan OTA, bukan hanya sekadar ceremonial saja,” tegas Wakil Bupati Sumbawa. Ia berharap seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, sektor swasta, lembaga sosial, dunia usaha, serta mitra pembangunan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung keluarga dan anak-anak yang menjadi sasaran intervensi stunting.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting diharapkan menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan anak-anak yang berada di lokus stunting mendapatkan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan terbentuknya komitmen yang lebih konkret dari seluruh unsur yang terlibat, sehingga gerakan orang tua asuh tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk pendampingan dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan generasi Sumbawa yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas dari stunting.
Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi dan Pergerakkan DP2KBP3A